WDYS
Keamanan & penipuan

Penipuan WhatsApp: modus yang paling sering dan cara melindungi diri

Kenali modus yang paling sering, ikuti daftar pengamanan lima menit, dan ketahui langkah bila sudah telanjur tertipu.

Oleh Vagner Soares · Ditinjau oleh Vagner Soares · Diperbarui · 3 menit baca

Sampul panduan: Penipuan WhatsApp: modus yang paling sering dan cara melindungi diri

Penipuan lewat WhatsApp umumnya berpola: pelaku membuat Anda panik atau tergiur, lalu meminta kode OTP, transfer uang, atau memasang file berbahaya. Aturan terpenting: kode verifikasi 6 digit WhatsApp sama rahasianya dengan PIN bank, jangan pernah dibagikan, dan jangan membuka file APK atau tautan dari pengirim yang tidak dikenal. Jika ragu, hubungi orang atau lembaga yang bersangkutan melalui nomor resmi yang sudah Anda kenal.

Modus 1: file APK (undangan, resi, tagihan, foto)

Pesan datang dengan file berakhiran .apk bertuliskan "undangan pernikahan", "resi paket", "tagihan", "surat tilang", atau "foto kamu". Jika dipasang, aplikasi berbahaya dapat membaca SMS (termasuk OTP) dan mengambil alih akun, bahkan mengakses aplikasi perbankan. Jangan pasang file APK dari chat. Aplikasi resmi hanya dipasang lewat Google Play atau App Store.

Modus 2: kode verifikasi (OTP) WhatsApp

Pelaku mencoba mendaftarkan nomor Anda di HP lain. WhatsApp mengirim kode 6 digit via SMS atau panggilan, lalu pelaku berpura-pura menjadi teman, kurir, penjual, atau layanan teknis dan meminta Anda "mengirim ulang" kode itu. Jika diberikan, akun Anda diambil alih. Aktifkan verifikasi dua langkah (Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah) agar kode saja tidak cukup.

Modus 3: "Ini nomor baruku"

Nomor tak dikenal mengaku anak, orang tua, atau atasan, bilang HP lama rusak, lalu meminta transfer cepat. Pembelaan: telepon nomor lama atau minta video call sebelum mengirim uang. Penipu cenderung menghindari panggilan langsung. FTC memperingatkan suara juga bisa ditiru dengan AI, jadi sepakati kata sandi keluarga.

Modus 4: kerja online dan tugas berbayar

Tawaran kerja paruh waktu: "like dan subscribe", "ulas produk", atau "tugas pesanan" dengan komisi. Mulanya dibayar kecil, lalu Anda diminta menyetor dana "deposit" untuk membuka tugas lebih besar, dan uang tidak pernah kembali. Pekerjaan sah tidak meminta Anda membayar untuk bekerja. FTC memiliki peringatan khusus soal penipuan tugas (task scams).

Modus 5: hadiah, kupon, dan tautan undian

"Selamat, Anda menang", "kupon gratis dari merek terkenal". Tautan menuju halaman palsu yang mencuri data atau memasang aplikasi berbahaya, dan sering meminta Anda meneruskan pesan ke banyak kontak. Jangan klik dan jangan teruskan.

Modus 6: bank, kurir, atau layanan pelanggan palsu

Pelaku menelepon atau chat sebagai petugas bank atau kurir, menyebut ada transaksi mencurigakan atau paket bermasalah, lalu meminta PIN, kode OTP, atau pemasangan aplikasi akses jarak jauh. Bank tidak meminta PIN atau OTP lewat chat atau telepon. Tutup percakapan, lalu hubungi nomor resmi di kartu atau situs bank.

Modus 7: bukti transfer palsu (bagi penjual)

Jika Anda berjualan, pembeli dapat mengirim tangkapan layar transfer palsu. Pastikan dana benar-benar masuk di rekening atau aplikasi sebelum mengirim barang. Lihat juga jualan di Shopee untuk pemula dan WhatsApp Business untuk jualan.

Pengamanan akun dalam lima menit

  1. Aktifkan verifikasi dua langkah dan simpan PIN-nya.
  2. Atur privasi foto profil, info, dan grup ke "Kontak saya".
  3. Jangan pasang aplikasi dari luar toko resmi.
  4. Perbarui WhatsApp dan sistem HP.
  5. Periksa perangkat tertaut di Pengaturan > Perangkat tertaut dan keluarkan yang tidak dikenal.

Jika Anda telanjur tertipu

Jangan membagikan uang atau data kepada pihak yang menjanjikan "mengembalikan dana" dengan imbalan biaya di muka. Itu sering penipuan lanjutan.

Nama menu dan opsi berbeda menurut model, versi sistem, dan penyedia layanan. Cek halaman bantuan resmi produsen untuk perangkat Anda.

Panduan ini bersifat umum dan bukan nasihat hukum atau keuangan. Jika sudah terjadi kerugian, hubungi bank atau penyedia layanan Anda dan pihak berwenang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana tahu WhatsApp saya diretas?

Tanda-tandanya: Anda keluar sendiri dan tidak bisa masuk, teman menerima pesan yang tidak Anda kirim, atau Anda menerima kode verifikasi yang tidak diminta.

Apa yang harus dilakukan jika sudah tertipu?

Daftarkan ulang nomor untuk mengeluarkan pelaku, hubungi bank bila sudah transfer, ubah kata sandi penting, dan laporkan ke pihak berwenang.

Apakah verifikasi dua langkah mencegah pengambilalihan akun?

Sangat membantu karena kode saja tidak cukup untuk mendaftarkan nomor Anda. Tetap jangan bagikan kode atau PIN.

Mengapa tidak boleh membuka file APK dari WhatsApp?

File APK dari sumber tak dikenal dapat memasang aplikasi berbahaya yang membaca SMS dan OTP serta mengambil alih akun. Pasang aplikasi hanya dari toko resmi.

Sumber: WhatsApp: Keamanan · Pusat Bantuan WhatsApp: pemulihan akun · FTC (Inggris): Penipuan tugas (task scams) · FTC (Inggris): Cara mengenali penipuan dari permintaan pembayaran · OJK · Komdigi · BSSN